PENELITIAN META ANALISIS

by 11:32:00 PM 0 komentar


PENGERTIAN
Meta analisis merupakan metode penelitian di mana pertama kali diperkenalkan oleh Karl Pearson pada tahun 1904 sebagai kajian di bidang kesehatan. Dalam perkembangannya meta analisis dipergunakan untuk mengkaji berbagai masalah untuk berbagai keperluan. Dalam dunia pendidikan meta analisis mulai dilakukakan sekitar tahun 1970-an, yang dilakukan oleh Gene Glass, Frank L. Schmidt, dan John E. Hunter.
Menurut beberapa ahli, meta analisis merupakan:
1.   Glass (1981)
Meta analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan mempraktekannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya.
2.   Borg (1983)
Meta analisis merupakan teknik pengembangan paling baru untuk menolong peneliti menemukan kekonsistenan atau ketidakkonsistenan dalam pengkajian hasil silang dari hasil penelitian.
3.   Sutjipto (1995)
Meta analisis adalah salah satu upaya untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif. Dengan kata lain,  meta-analisis sebagai suatu teknik ditujukan untuk menganalisis kembali hasil-hasil penelitian yang diolah secara statistik berdasarkan pengumpulan data primer.
Dari pengertian menurut ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa meta analisis merupakan suatu teknik statistik untuk menggabungkan, meringkas dan meninjau dua atau lebih hasil penelitian sehingga diperoleh paduan data secara kuantitatif. Meta analisis pada hakikatnya merupakan sintesis sebuah topik yang diambil dari beberapa laporan penelitian. Berdasarkan sintesis tersebut ditarik sebuah kesimpulan mengenai topik yang diteliti. Penelitian ini menggunakan hasil-hasil penelitian yang sejenis sebagai data dasar dalam melakukan kajian dan kesimpulan.

TUJUAN
Tujuan dari penelitian meta-analisis sebagai suatu teknik ditujukan untuk menganalisis kembali hasil-hasil penelitian yang telah diolah secara statistik berdasarkan pengumpulan data primer. Hal ini dilakukan untuk mengkaji kebenaran dan kepastian terhadap hasil penelitian yang disebabkan semakin banyaknya replikasi atau verifikasi penelitian yang sering kali justru memperbesar terjadinya variasi hasil penelitian. Selain itu penelitian ini juga memiliki tujuan untuk menjawab pertanyaan yang sebelumnya tidak diajukan, dalam artian karena memungkinkan terjadinya variasi data, maka terdapat pula kemungkinan munculnya berbagai pertanyaan.

JENIS
Setelah menelaah dari berbagai sumber, maka penelitan meta analisis memiliki berbagai jenis, antara lain:
1.   Penelitian Eksperimental
Merupakan metode ilmiah yang paling meyakinkan karena peneliti sebenarnya memberikan perlakuan yang berbeda dari studi efek mereka. Hasil dari penelitian ini cenderung mengarah pada menerima atau menolak suatu pandangan secara jelas. 
2.   Penelitian Korelasional
Penelitian ini membantu kita membuat prediksi lebih cerdas karena dapat menyelidiki sejauh mana variabel yang satu atau lebih memiliki hubungan dari beberapa tipe yang lain.
3.   Penelitian Penyebab-Perbandingan
Penelitian ini dimaksudkan untuk menentukan penyebab atau konsekuensi dari perbedaan antara kelompok-kelompok orang, hal ini disebut sebagai pencarian kausal-komparatif. Namun demikian, dalam penafsirannya dalam menyebabkan adanya variasi saat mengamati pola perilaku.
4.   Penelitian Survei
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh karakteristik yang spesifik sebuah kelompok. Berbagai macam pertanyaan terbaik dapat dijawab melalui berbagai teknik survei yang mengukur sikap berbagai faktor terhadap kebijakan pemerintahan. Biasanya menggunakan pertanyaan tertulis pada kuesioner atau tes kemampuan, namun ada pula yang melalui wawancara.
5.   Penelitian Etnografi
Penelitian ini adalah mendokumentasikan atau menggambarkan pengalaman sehari-hari individu dengan mengamati dan wawancara mereka dan orang lain yang relevan. 
6.   Penelitian Sejarah
Dalam hal ini jenis penelitian, beberapa aspek masa lalu dipelajari, baik oleh meneliti dokumen periode atau oleh individu wawancara yang hidup selama ini. Peneliti kemudian mencoba untuk merekonstruksi sebagai ketepatan mungkin apa yang selama waktu itu dan untuk menjelaskan mengapa hal itu terjadi. Masalah utama dalam penelitian sejarah adalah memastikan bahwa dokumen atau individu benar-benar datang dari (atau hidup selama) periode yang diteliti, dan sekali ini tidak dapat dipungkiri, bahwa memastikan apakah dokumen atau perkataan individu itu benar. 
7.   Penelitian Tindakan
Penelitian Tindakan berbeda dari semua metodologi sebelumnya dengan dua cara mendasar. Yang pertama adalah bahwa generalisasi untuk orang lain, pengaturan, atau situasi adalah minimal penting. Mencari generalisasi yang kuat, penelitian tindakan (sering guru atau profesional pendidikan lainnya, lebih baik daripada peneliti profesional) fokus pada mendapatkan informasi yang akan mampu untuk merubah kondisi mereka dalam situasi tertentu yang mereka secara pribadi terlibat.  

METODOLOGI
Penelitian meta analisis ini merupakan penelitian yang menggunakan data sekunder berupa data-data dari hasil penelitian sebelumnya  Dengan demikian penelitian ini dapat disebut sebagai penelitian yang bersifat ex post facto yang berbentuk survei dan analisis kepustakaan terhadap penelitian-penelitian yang telah dilakukan.
Tahapan dalam mengerjakan meta-analisis (Jammie 2004; Sutrisno, Kartono 2007) :
1.    Menetapkan domain penelitian yang akan dirangkum.
2.    Memilih jenis publikasi yang akan dikumpulkan.
3.    Mengumpulkan hasil penelitian atau literatur.
4.    Mencatat data-data (variabel-variabel) penelitian.
5.    Menghiting efek size per sumber atau penelitian.
6.    Menginterpretasi rangkuman dan membuat laporan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melaksanakan meta analisis:
1.   Glass (1981) = fokus pada deteksi dari moderator variabel.
2.   Hedges dan Olkin (1985) = memakai teknik weighted least squares
3.   Rosenthal dan Rubin (1991) = sama seperti Hedges-Olkin, bedanya hanya pada test signifikansi untuk mengkombinasikan effect size
4.   Hunter dan Schmidt (1990) = bedanya dengan yang lain adalah metode ini berusaha mengkoreksi error potensial sebelum meta-analysis mengintegrasikan effect study antar studi.

Teknik Hunter dan Schmidt lebih sering digunakan karena teknik ini dianggap oleh para peneliti sebagai teknik yang  paling lengkap, karena selain dapat dipergunakan untuk mengkaji effect size, teknik Hunter Schimidt dapat juga dipergunakan untuk mengkoreksi kesalahan sebagai akibat error of measurement, maupun man made error (artifact) yang lain.

Dalam upaya melakukan sintesa dari beberapa penelitian, terlebih dahulu dilakukan koreksi terhadap artefak atau ketidaksempurnaan penelitian (Sugiyanto,2004). Hunter & Schmidt (1990) menyebutkan sedikitnya ada 11 artefak yaitu:
1.      Kesalahan pengambilan sampel
2.      Kesalahan pengukuran pada variabel dependen
3.      Kesalahan pengukuran pada variabel independent
4.      Dikotomi variabel dependen
5.      Dikotomi variabel independent
6.      Variasi rentangan dalam variabel independent
7.      Artefak atrisi
8.      Ketidaksempurnaan validitas konstruk pada variabel dependen
9.      Ketidaksempurnaan validitas konstruk pada variabel independen
10.   Kesalahan pelaporan atau transkripsi
11.   Varians yang disebabkan oleh faktor luar.

Hunter, J.E., & Schmidt, F.L. (1990) mengemukakan langkah-langkah/metode analisis korelasi meta-analisis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Transformasi harga F ke dalam t, d, dan r
b. Bare Bone Meta Analysis: Koreksi Kesalahan sampel
-   Menghitung mean korelasi populasi
-   Menghitung varians rxy 
-   Menghitung varians kesalahan pengambilan sampel
-   Dampak pengambilan sampel
c. Artefak yang lain: Koreksi Kesalahan Pengukuran
-   Menghitung mean gabungan
-   Menghitung korelasi populasi yang dikoreksi oleh kesalahan pengukuran
-   Interval kepercayaan
-   Dampak variasi reliabilitas

KESIMPULAN
Meta analisis adalah suatu teknik statistika untuk menggabungkan secara kuantitatif dua atau lebih penelitian orisinal. Meta-analisis saat ini telah menjadi teknik yang penting dalam penelitian, meskipun masih menyisakan banyak masalah yang belum terselesaikan. Termasuk dalam masalah ini adalah kontroversi tentang perlu atau tidaknya disertakan data yang tidak dipublikasi, terutama bila menyangkut pihak yang mempunyai kepentingan tertentu. Meta analisis juga merupakan sebuah pendekatan yang lebih di sukai untuk integrasi hasil dari studi yang berbeda karena menggabungkan semua kekuatan dari tinjauan konvensional dan selanjutnya memberikan perkiraan yang tidak biasa secara kuantitatif. Dengan adanya meta analisis, memberikan kita pengetahuan baru mengenai studi sintesis yang menarik.
Sumber:
http://kakavq.blogspot.com/2013/04/pengertian-meta-analisis.html (Di akses pada tanggal 8 April 2015)

Unknown

Developer

Bukan pujangga yang mampu merangkai kata mesra.

0 komentar:

Posting Komentar